Social Icons

Welcome!!

April 18, 2014

Sejarah Piano

  Bartolomeo Cristofori (1655 – 1731)
 Piano adalah alat musik yang dimainkan dengan jari-jemari tangan. Pemain piano disebut pianis.
Pada saat awal-awal diciptakan, suara piano tidak sekeras piano abad XX-an, seperti piano yang dibuat oleh Bartolomeo Cristofori (1655 – 1731) buatan 1720. Pasalnya, tegangan senar piano kala itu tidak sekuat sekarang. Kini piano itu dipajang di Metropolitan Museum of Art di New York.
Meskipun siapa penemu pertama piano, yang awalnya dijuluki gravecembalo col piano e forte (harpsichord dengan papan tuts lembut dan bersuara keras), masih menjadi perdebatan, banyak orang mengakui, Bartolomeo Cristofori sebagai penciptanya. Piano juga bukan alat musik pertama yang menggunakan papan tuts dan bekerja dengan dipukul. Alat musik berprinsip kerja mirip piano telah ada sejak 1440.
Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan kekuatan harpsichord. Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil utuh dan lengkap cuma ditunjukkan Bartolomeo Christofori. Dari piano ciptaan pemelihara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) di Istana Florentine - kediaman Pangeran Ferdinand de’Medici - inilah piano modern berakar.
Pada pertengahan abad XVII piano dibuat dengan beberapa bentuk. Awalnya, ada yang dibuat mirip desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano menjadi lebih rendah setelah John Isaac Hawkins memodifikasi letaknya menjadi sejajar lantai. Lalu, dengan munculnya tuntutan instrumen musik lebih ringan, tidak mahal, dan dengan sentuhan lebih ringan, para pembuat piano Jerman menjawabnya dengan piano persegi. Sampai 1860 piano persegi ini mendominasi penggunaan piano di rumah.
Rangka untuk senar piano pertama menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Akibatnya, ketika pada abad XIX dibangun gedung-gedung konser berukuran besar, suara piano tadi kurang memadai. Maka, mulailah dibuat piano dengan rangka besi. Sekitar tahun 1800 Joseph Smith dari Inggris membuat suatu piano dengan rangka logam seluruhnya. Piano hasil inovasinya mampu menahan tegangan senar sangat kuat, sehingga suara yang dihasilkan pun lebih keras. Sekitar 1820, banyak pembuat menggunakan potongan logam untuk bagian piano lainnya. Pada 1822, Erard bersaudara mematenkan double escapement action, yang merupakan temuan tersohor dari yang pernah ada berkaitan dengan cara kerja piano.
Dalam perkembangannya, sebelum memiliki 88 tuts seperti sekarang, piano memiliki lima oktaf dan 62 tuts. Ia juga dilengkapi dengan pedal. Semula pedal itu digerakkan dengan lutut. Namun, kemudian pedal kaki yang diperkenalkan di Inggris menjadi populer hingga sekarang.
Sejumlah pengembangan berlanjut pada abad XIX dan XX. Tegangan senar, yang semula ditetapkan 16 ton pada tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton pada piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan Frederic Chopin, Ludwig van Beethoven, dan bahkan Franz Liszt.
 Notasi piano
Sebuah perkembangan nyata di abad XX (berawal pada tahun 1930-an) adalah kehadiran piano elektronik (atau piano listrik), yang didasarkan pada teknologi elektroakustik atau metode digital. Nada suaranya terdengar melalui sebuah amplifier dan loudspeaker.
Dari sisi mutu suara, piano elektronik nyaris tak ada bedanya dengan piano biasa. Perbedaan terletak pada berbagai fitur yang melengkapinya. Fitur itu tentu tidak ada sama sekali dalam piano biasa. Misalnya, bisa dihubungkan dengan perangkat MIDI, komputer, alat rekam; memiliki pengatur volume, tusuk kontak untuk pendengar kepala; dan sebagainya.

Kisah hidup Walter Disney

Logo The Walt Disney Company 

 


 Tokoh Inspiratif - Walter Elias Disney atau yang lebih dikenal Walt Disney lahir pada tanggal 5 Desember 1901 beralamat di 2156 N. Tripp Avenue di Chicago. Walter sendiri merupakan keturunan Robert D’Isigny, orang Prancis yang berkelana ke Inggris. Dan nama Disney merupakan plesetan dari D’Isigny. Walter Disney semenjak kecil sudah mempunyai hobi dibidang seni lukis dan kereta api. Seorang dokter bernama “Doc” Sherwood membayar Disney untuk menggambar kuda miliknya dan Sherwood sangat puas dan memuji hasil karya Disney.

Ayah Walter, Elias Disney memindahkan keluarganya ke kota Chichago setelah ia membeli saham di pabrik Jelly O-Zell pada tahun 1917. Dan di tahun ini juga, Disney memulai masa remajanya di McKinley High School dan berhasil menjadi seorang kartunis untuk koran sekolahnya saat menghadiri acara kursus Chicago Art Institute. Pada usia 16 Disney memutuskan untuk keluar dari sekolah dan ingin menjadi tentara Amerika Serikat, Namun sayangnya ditolak dikarenakan belum cukup umur. Akhirnya Walter dan seorang temannya bergabung dengan tim Palang Merah dan bertugas sebagai sopir ambulans di Prancis selama setahun.
Setelah masa kerjanya selesai, Walter memutuskan untuk kembali ke Kansas City dimana ia ingin memulai karir seninya kembali. Ia akhirnya memilih melukis karikatur politik, namun tidak ada yang melirik karyanya. Disaat itu datang saudaranya, Roy yang bekerja untuk salah satu bank di Kansas City, dan menawarkan Walter pekerjaan di Pesmen Rubin Art Studio bersama seorang kartunis bernama Ubbe Iwerks sebagai pembuat iklan untuk surat kabar, bioskop, dan majalah. Namun dengan berakhirnya masa kerja, mereka berdua (Walter dan Ubbe Iwerks) memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri.
Pada tahun Januari 1920, akhirnya mereka berdua membuka perusahaan bernama “Iwerks-Disney Commercial Artists”. Dan dengan modal yang kurang, akhirnya Disney memutuskan  untuk sementara bekerja di Kansas City Film Ad Company untuk mencari tambahan modal. Iwerks yang sendirian mengurus perusahaan tidak mampu menjalankan bisnis tersebut, dan memutuskan untuk menutup usaha tersebut. Disney mencoba untuk mengembangkan hobinya dalam bidang animasi dengan fokus pada cutout animation. Dan pemilik A.V Cauger (pemilik Ad Company) menginjinkan Walter untuk memakai kamera dari tempat kerjanya untuk uji coba dirumah.
Walter Disney melihat ada masa depan yang menjanjikan dibanding bekerja sebagai cutout animasi di Ad Company, setelah membaca sebuah buku karangan Edwin G.Lutz berjudul Animated Cartoons: How They Are Made, Their Origin and Development. Dan Walter mengambil langkah baru lagi dimana ia membuka bisnis animasi sendiri dengan merekrut Fred Harman, salah seorang rekan kerjanya di Kansas City.
Pada tahun 1920, dengan mendapat persetujuan dari Frank L. Newman (showman), akhirnya mereka dapat menyiarkan kartu pertama mereka yang berjudul “Laugh-O-Grams” dibioskop tersebut. Diluar dugaan film kartun ini sangat populer di Kansas City, dan dari film kartun pertama ini (Newman Laugh O Grams) Walter dapat membeli sebuah studio dan merekrut lebih banyak lagi animator seperti Hugh Harman (Adik Fred Harman), Rudolf Ising serta Ub Iwerks. Studio Disney yang baru berjalan beberapa bulan ini harus gulug tinggi karena gaji karyawan yang tinggi serta dililit hutang. Sehingga Walter memutuskan untuk menutup studionya kemudian membuka studio di Hollywood, California.
Setelah mendirikan studio di Hollywood hasil patungan antara Disney dan saudaranya. Kini Walter Disney mencari penerbit yang mau mengedarkan film kartun berjudul “Alice Comedies” yang sempat ia buat di Kansas City. Adalah NewYork Margaret Winkler yang berminat untuk mengedarkan film tersebut.Virginia Davis yang berperan sebagai Alice dan Iwerks harus pindah dari Kansas City dikarenakan pekerjaan ini. Ini merupakan titik awal seorang Walter Elias Disney di Studio Disney Brother’s yang akan menjadi Legenda.
Ditahun 1925 ia bertemu Lilian Bounds yang bekerja di Disney Brother’s sebagai pelukis seluloid animasi dan akhirnya mereka menikah. Namun usaha mereka untuk mempunyai anak pertama harus terhenti dikarenkan Lilian mengalami keguguran. Dan pada 18 Desember 1933 lahir seorang anak perempuan bernama Diane Marie Disney dan mengadopsi Sharon Mae Disney.
Pada 1930an, Disney merasa perlu mengembangkan satu karakter baru dikarenakan Felix The Cat mulai pudar. Walter ingat pernah memelihara seekor tikus di Kansas City dan memberikan sedikit gambaran, akhirnya Ub Iwerks mencoba untuk membuat sketsa yang lebih baik lagi. Menurut seorang karyawan Disney mengatakan “Ub Melukis wajah Miki, namun Walt yang memberikan jiwanya.” Pada awalnya sebelum diberi nama Miki, tokoh tikus ini bernama “Mortimer” yang diubah menjadi “Miki Mouse” oleh Lilian Disney. Akan tetapi film animasi pendek pertama miki berjudul “Plane Crazy” gagal mendapatkan distributor dikarenakan “film bisu”. Disney akhirnya membuat kartun dengan suara berjudul “Steamboat Willie” yang langsung meroket hingga 1946. Dan Miki Mouse sukses mengalahkan tokoh kartun paling populer didunia Felix the Cat.