Social Icons

Welcome!!

March 08, 2014

Sejarah Accumulator


 
 Energi listrik digunakan luas hampir di seluruh aspek kehidupan oleh karenanya memegang peran penting didunia teknik. Kelemahan energi listrik yang sangat prinsip terletak pada fakta bahwa proses pembentukan dan penggunaan (generate & consume) energi listrik biasanya berbanding lurus, pada saat yang bersamaan. Kita tidak bisa memproduksi lalu menyimpan energi listrik begitu saja dengan alat yang sederhana. Sudah menjadi hukumnya bahwa energi listrik yang kita gunakan harus berasal langsung dari sumbernya.

Dalam volume yang sedikit, energi listrik bisa disimpan dalam sebuah kapasitor dan hanya dapat digunakan terbatas untuk menyuplai daya pada peralatan yang membutuhkan energi listrik yang kecil pula. Untuk disimpan dalam skala yang lebih besar, energi listrik pertama-tama harus dikonversikan dulu kedalam bentuk energi yang lain. Pengetahuan tentang elektrokimia menjawab tantangan masalah ini yaitu tugas "MENYIMPAN" listrik agar bisa digunakan setiap waktu yang berbeda beda sesuai kebutuhan, serta dapat dipindah pindahkan. Alat penyimpan energi listrik itulah yang kemudian kita kenal dengan nama akumulator, accu, atau lebih sering disebut Aki.

Sejarah Penemuan system energi elektrokimia
Investigasi ilmiah mengenai kelistrikan dimulai ketika Tn Luigi Galvani (1737-1798) serta Tn.Alessandro di Volta (1745-1827) aktif melakukan temuan temuan penting. Kedua nama ini , sampai detik ini masih digunakan di dunia teknik kelistrikan , istilah "Galvanic cell" dan "Volt" .masih sering kita dengar. Temuan temuan penting hasil eksperimen keduanya antara lain Tahun 1789 Galvani menemukan adanya fenomena elektrokima kelistrikan

Volta membangun sumber energi listrik pertama secara elektrokimia , dunia ilmu pengetahuan kemudian mengenal satuan "Volt" sebagai besaran untuk mengukur tegangan istrik.

Tahun 1802 Johann Wilhem Ritter menciptakan battery yang pertama yang dinamakan "Ritter Pile". Semenjak itulah berbagai temuan dan development berkembang pesat seiring dengan temuan bola lampu oleh Thomas Alfa Edison dan diperkenalkannya Dynamo diberbagai peralatan yang ditemukan sesudah Revolusi Industri di Inggris pada akhir abad ke 19.

Produksi "LEAD Battery" pertama dipatenkan oleh Faur pada tahun 1880 disusul oleh Jungner dan Edison tahun 1899 dan 1901 dengan menggunakan nikel-cadmium dan diproduksi masal tidak lama kemudian. Masih banyak penemuan lain yang mengembangkan sistem elektro-kimia penyimpan listrik dan terus mengalami penyempurnaan.



Penemu (Sejarah) Rumus Bejana Berhubungan

kali ini saya akan membahas mengenai Bejana Berhubungan. Sebelum saya mulai menjelaskan pertama saya akan bertanya kepada anda, Apakah bejana berhubungan memiliki kesamaan dengan Konsep Bejana Berhubungan? bingung ya, mungkin ada yang bingung ataupun sudah ada sebagian yang mengerti. Baiklah mari kita mulai dengan pengertian Konsep Bejana Berhubungan.  
Konsep Bejana Berhubungan adalah permukaan zat cair dalam suatu bejana berhubungan akan selalu menyamakan dengan perukaan zat cair sejenis yang ada pada bejana yang saling berhubungan tersebut. Mungkin dari penjelasan tersebut juga dapat menjadi kesimpulan bahwa  Bejana Berhubungan Dan Konsep Bejana Berhubungan berbeda. Bejana Berhubungan merupakan bendanya sedangkan Konsep Bejana Berhubungan  merupakan uraian atau penjelasannya.

*Konsep Bejana Berhubungan berlaku jika :
  • Zat Cairnya sejenis
  • Bejana Berhubungannya tidak ada pipa kapiler
*Konsep Bejana Berhubungan Tidak berlaku jika :
  • Zat Cairnya tidak sejenis
  • Bejana Berhubungannya terdapat pipa kapiler
  • Zat Cairnya tidak dalam keadaan diam(Digoncang-goncang)
Alat-alat yang menggunakan prinsip Bejana Berhubungan :
  • Teko
  • Penyiram Tanaman
  • Waterpas
Perhitungan Prinsip Pascal pada Bejana Berhubungan
*Rumus : P1(Tekanan Zat Cair)=P2(Tekanan Zat Cair)
p1.g1.h1=p2.g2.h2
p : Masa Jenis
g : Gravitasi
h : Tinggi